Hak Pemeliharaan Anak Dalam Perceraian (Hadlonah) Menurut Islam

  • Mohamad Hendra

Abstract

Manusia di dalam kehidupannya tidak terlepas hubungannya dengan manusia lainnya. Hubungan ini bisa terjadi di dalam segala hal, di mana saja dan dalam  keadaan apa saja. Salah satu hubungan hukum yang sekalgus merupakan  Sunnah Rasul, adalah hubungan Perkawinan.  Dengan sifat,  ego  dan perilaku manusia, maka hubungan antara mereka memang dapat berlangsung dengan segera  dan dengan suatu ikatan yang sangat baik, akan tetapi  tidak jarang suatu niat hubungan yang sudah sejak lama  dirancang, tidak dapat dilanjutkan karena keadaan atau suatu kondisi tertentu. Salah satu hubungan yang juga mudah retak adalah Hubungan Perkawinan.

Dalam hal suatu pernikahan belum dikaruniai anak atau anak- anak, kemungkinan urusannya tidak begitu sulit, akan tetapi sebaliknya apabila sudah dikaruniai anak, bahkan lebih dari satu, kemudian perkawinan antar Orangtuanya  bubar, muncullah masalah yang pelik, salah satunya adalah dalam hal pemeliharaan anak (Hadlonah).

Pengadilan Agama memang dapat menerbitkan putusan dan bisa pula menerbitkan penetapan. Putusan dibuat atas dasar gugatan karena suatu perkara, sedangkan penetapan merupakan follow up  dari suatu permohonan. Putusan bisa bersifat  Condemnatoir  atau yang bersifat menghukum atau mengharuskan seseorang untuk berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu, sedangkan penetapan merupakan dikabulkan atau tidaknya permohonan dari pihak pemohon.

Published
2020-05-16
How to Cite
Hendra, M. (2020). Hak Pemeliharaan Anak Dalam Perceraian (Hadlonah) Menurut Islam. Gema Genggong : Jurnal Hukum, Keadilan & Budaya, 2(1). Retrieved from https://ejournal.stihzainulhasan.ac.id/index.php/gema/article/view/61