Pembatasan Kepemilikan Dan Penguasaan Serta Penegakan Hukum Atas Tanah Pertanian Menurut Undang-Undang Pokok-Pokok Agraria No 5 Tahun 1960

  • Hartoyo Hartoyo

Abstract

Negara Indonesia adalah negara agraris dimana penduduknya sebagian besar bermata pencaharian dibidang pertanian (agraris) baik sebagai petani pemilik tanah, petani penggarap tanah maupun sebagai buruh tani.Oleh karena itu tanah sebagai tempat berusaha merupakan faktor yang sangat penting bagi kelangsungan hidup masyarakat.Setiap orang membutuhkan tanah karena tidak ada aktivitas atau kegiatan orang yang tidak membutuhkan tanah. Pentingnya arti tanah bagi kehidupan manusia ialah karena kehidupan manusia itu sama sekali tidak dapat dipisahkan dari tanah. Mereka hidup di atas tanah dan memperoleh bahan pangan dengan cara mendayagunakan tanah.

Arti penting tanah tersebut dapat dilihat dalam Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 yang menyatakan:

“Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”.

Jelas bahwa tanah sebagai tempat usaha, yang merupakan bagian dari permukaan bumi harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Published
2020-05-16
How to Cite
Hartoyo, H. (2020). Pembatasan Kepemilikan Dan Penguasaan Serta Penegakan Hukum Atas Tanah Pertanian Menurut Undang-Undang Pokok-Pokok Agraria No 5 Tahun 1960. Gema Genggong : Jurnal Hukum, Keadilan & Budaya, 2(1). Retrieved from https://ejournal.stihzainulhasan.ac.id/index.php/gema/article/view/60