Penyelesaian Kekerasan Dalam Rumah Tangga Ditinjau Dari Hukum Pidana (Tinjauan Yuridis Normatif)

  • Hj. Khusnul Hitamina

Abstract

Bagai gunung es, data kekerasan yang tercatat itu jauh lebih sedikit dari yang seharusnya dilaporkan karena tidak semua perempuaan yang mengalami kekerasan bersedia melaporkan kaasusnya.Disamping itu kaaasus kekerasana dalam rumah tangga dianggap persoalan privat.Karena karena merupakan persoalan pribadi maka masalah-masalah kdrt diaanggap sebagai rahasia keluarga.Padahal, justru anggapan ini membuat masalah ini sulit dicarikan jalan pemecahannya. Seorang polisi yang melerai dua orang: laki-laki dan perempuan berkelahi misalnya, ketika mengetahui bahwa kedua orang tersebut adalah suami istri, serta merta sang polisi akan bersungut-sungut dan meninggalkan mereka tampa penyelesaian.

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang marak terjadi akhir-akhir ini ,menjadi sangat mengusik telinga, bukan hanya terjadi kalngan biasa bahkan kalangan selebritis kita pun turut mengalami hal tersebut. Beberapa diantaranya memicu sebuah pertengkaran ini adalah sikap yang saling egois atau mau menang sendiri, tampa disadari hal ini akan berdampak buruk pada hubungan yang ada hingga hal buruk yang mungkin terjadi adalah sebuah perceraian.

Seperti salah satu lembaga hukum yang dibentuk oleh asosiasi perempuan Indonesia yang menentang keras adanya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (selanjutnya disingkat KDRT), yang meneropong bahwa kekerasan dalam kdrt menjadikan wanita sebagai korban karena itu maka lahirlah undang-undang (UU) No. 23 Tahun 2004 tentang PKDRT yang mengecap setiap kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga, lalu nagai mana bentuk atau kriteria dari kekerasan tersebut yang bias dikatakan sebagai kekerasan dalam rumah tangga.

Published
2016-06-02
How to Cite
Hitamina, H. K. (2016). Penyelesaian Kekerasan Dalam Rumah Tangga Ditinjau Dari Hukum Pidana (Tinjauan Yuridis Normatif). Gema Genggong : Jurnal Hukum, Keadilan & Budaya, 1(1), 4. Retrieved from https://ejournal.stihzainulhasan.ac.id/index.php/gema/article/view/21